Hukum Memberi Nama Bayi Yang Mati Keguguran

Hukum Memberi Nama Bayi Yang Mati Keguguran

337 views

Hukum Memberi Nama Bayi Yang Mati KeguguranBerlata Imam al-Nawawi Rahimahullah Taala :

قال أصحابنا لو مات المولود قبل تسميته استحب تسميته قال البغوي وغيره يستحب تسمية السقط

artinya : Berkata Ashab as-Syafi’i “Jikalau mati bayi yang lahir sebelum diberi nama maka sunat memberinya nama”.

Berkata Imam al-Baghawi dan lainnya “Disunatkan memberi nama pada bayi yang mati keguguran”

قد ذكرنا أن مذهب أصحابنا استحباب تسمية السقط وبه قال ابن سيرين وقتادة والاوزاعي
* وقال مالك لا يسمى ما لم يستهل صارخا والله أعلم

artinya : Telah kami sebutkan bahwa para Ashab Imam Syafi’i cenderung memilih disunatkan memberi nama pada bayi yang mati keguguran, semacam ini yang dipilih oleh Ibn Siriin, Qataadah dan al-Auzaa’i
( Al-Majmuu’ 8/435 & 8/448)

Tersebut dalam Kitab Tuhfah Muhtaj :

وَلَوْ مَاتَ قَبْلَ التَّسْمِيَةِ اُسْتُحِبَّ تَسْمِيَتُهُ بَلْ يُسَنُّ تَسْمِيَةُ السِّقْطِ

artinya “dan jikalau mati bayi yang lahir sebelum diberi nama maka sunat memberinya nama bahkan disunatkan memberi nama pada bayi yang mati keguguran”

dan..

بل يسن تسمية السقط فإن لم يعلم أذكر هو أم أنثى سمي اسم يصلح لهما كخارجة وطلحة وهند

artinya : “bahkan disunatkan memberi nama pada bayi yang mati keguguran, bila tidak diketahui jenis jantinanya apakah ia lelaki atau perempuan maka diberi nama yang bolih untuk keduanya seperti nama Kharijah, Thalhah dan Hindun” (Mughni al-Muhtaaj 4/294)

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan, ولو آية maksudnya adalah walau hanya satu ayat, hendaknya setiap orang yang mendengarnya bersegera menyampaikan ilmu yang dia terima walaupun sedikit, agar semua ilmu yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam terus bersambung.”

Wallahua’lam. FP UAI Original

Ustaz Azhar Idrus Nama Anak Selepas 120 Hari Dalam Kandungan