Kepentingan Menjaga Hati dan Cara Menjaganya

Menjaga HatiFirman Allah swt :

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

maksudnya : Sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan hati, semuanya itu akan disoal pada akhirat nanti. (al-lsra’ 36)

Sabda Nabi saw mengibaratkan bahwa hati adalah seumpama pemimpin :

أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ

maksudnya : Hendaklah kamu ketahui bahwasanya di dalam jasad itu ada seketul daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya, ketahuilah dia itu adalah hati. (hadith Syaikhan)

Salman al-Farisi r.a. berkata yg artinya: “Setiap orang mempunyai amalan yang lahir dan batin. Barangsiapa yang memperbaiki amalan batinnya maka Allah akan membaikkan amalan lahirnya, sebaliknya barangsiapa yang mengotori amalan batinnya maka Allah akan merosak amalan lahirnya.”

Abu Hurairah r.a. berkata yang artinya: “Hati ibarat seorang raja dan anggota badan seperti tenteranya. Apabila rajanya baik, maka baik seleuruh tenteranya. Apabila rajanya keji, maka keji pula seluruh tenteranya.

Wallahua’lam. FP UAI Original

30 Tanda Hati Sudah Kotor & Hitam

1. Gelisah walaupun tiada masalah.
2. Selalu berbangga dengan diri sendiri.
3. Angkuh serta sombong dengan pandang hina terhadap orang lain.
4. Tidak amanah dan mungkir janji.
5. Selalu mengintai keaiban orang dan sebarkannya.
6. Suka mengumpat dan membuka aib orang lain.
7. Gembira melihat orang lain susah dan rendah daripada dirinya.
8. Lidah yang tajam atau tidak menjaga hati orang.
9. Suka menyakiti hati orang dengan sindiran.
10. Berlagak alim semata-mata untuk dipuji orang
11. Menyampaikan ilmu dengan riak.
12. Menganggap diri lebih hebat daripada orang lain.
13. Berpakaian elok untuk dipuji Serta menunjuk-nunjuk.
14. Derhaka kepada kedua-dua ibu bapa.
15. Talam dua muka (manis di depan tapi jahat di belakang)
16. Suka menjatuhkan dan memijak orang dengan kuasa yang ada
17. Solat yang tidak khusyuk.
18. Kagum terhadap diri sendiri. Merasa diri bagus serta cerdik.
19. Selalu mengeluh serta tidak redho dgn suratan takdir.
20. Cinta kepada duniawi dan materialistik.
21. Mudah bersangka buruk terhadap orang.
22. Membesar besarkan hal yang remeh temeh.
23. Suka bergosip dan menabur fitnah.
24. Menggunakan agama dan berdengki atas perkara duniawi.
25. Cinta dunia melebihi cintanya pada akhirat. Membesarkan dunia serta berangan-angan untuk dunia.
26. Pendendam.
27. Penting diri dalam semua hal.
28. Berpura-pura dan suka membodek.
29. Tamak haloba serta bakhil serta sangat berkira dengan orang lain.
30. Nafsu serta kehendak syahwat yang tidak terbendung.

*Kesemua sifat diatas adalah sifat Mazmumah (terkeji). Mari bermuhasabah diri samada hati masih terhijab kepada Allah dengan sifat-sifat buruk diatas atau tidak, jika masih maka hendaklah membersihkannya dengan mengenal Allah, banyak mengingati Allah, berdamping dengan guru pembimbing dan sentiasa bersangka baik kepada Allah dan makhlukNya.

Kredit : Ustaz Iqbal Zain

20 Cara Menjaga Hati

Sebagai umat islam yang beriman dan bertaqwa, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga hati dari sifat-sifat tercela, seperti dengki, iri, sombong, putus asa dan sebagainya. Tentunya menjaga hati bukanlah perkara mudah. Pada dasarnya, hati manusia sifatnya mudah berbolak-balik. Apabila kita sanggup menjaga hati tetap bersih maka insyaAllah segala perbuatan kita juga akan baik. Sebaliknya, jika hati telah rusak (dalam artian kotor, menyimpan banyak penyakit) maka rusaklah semua diri kita.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Ketahuilah bahawa dalam jasad manusia ada segumpal daging, jika baik maka baiklah seluruh anggota dan jika umaka rusaklah seluruh anggota, ketahuilah itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Memperbanyak dzikir

Cara menjaga hati menurut islam yang pertama adalah dengan memperbanyak dzikir. Berdizikir merupakan salah satu ibadah untuk mengingat dan mendekatkan diri dengan Allah Ta’ala. Kita harus berusaha untuk senantiasa berdzikir di tengah-tegah kesibukan, sesudah solat dan sebelum tidur. Semakin sering dzikir diucapkan (baik lisan maupun dalam hati) maka insyaAllah hati akan terjaga dan terasa semakin tenang.

Allah Subhanallah Ta’ala berfirman:

“Dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.” (Thaa-Haa: 130).

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’du: 28).

  1. Sholat

Cara kedua untuk menjaga hati ialah dengan sholat. Memenuhi sholat wajib dan menambahkan sholat sunnah. Yang terpenting, jangan menjadikan sholat sebagai beban. Jika kita bisa melakukan sholat dengan khusyuk, benar-benar menghayahati bahwa kita sedang berbicara dengan Allah, sungguh maka kita akan merasakan betapa nikmatnya sholat.

Apakah ada yang lebih indah daripada berbicara dengan Sang Maha Penyayang? Walaupun kita tak bisa melihat Allah, tapi Allah bisa melihat kita. Kita juga bisa memanjaatkan doa disaat sujud. InsyaAllah doa akan mudah dikabulkan.

  1. Membaca Al-Quran

Daripada menghabiskan waktu dengan memikirkan seseorang yang gak jelas statusnya dengan kita, lebih baik kita gunakan saja untuk membaca Al-Quran. Selain bisa menambah pahala, membaca Al-Quran juga akan menenangkan hati. Al-Quran adalah bacaan suci, firman Allah Subhanallah Ta’ala. Jika kita mampu memahami tiap ayatnya maka kita akan mengerti bahwa dunia ini hanyalah sementara. Tak perlu ada yang dikhawatirkan akan masalah dunia. Percayalah bahwa Allah sudah mengatur urusan jodoh ataupun rezeki kita.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al Anfal : 2)

  1. Bersyukur sesering mungkin

Bersyukur juga menjadi salah satu cara menjaga hati menurut islam. Seseorang yang cenderung kufur nikmat biasanya hatinya tidak akan tentram. Mudah iri dengan kenikmatan orang lain dan selalu merasa dirinya kurang. Bahkan tak jarang melakukan hal-hal yang dilarang agama guna melimpaskan nafsunya semata. Sebaliknya jika kita mampu bersyukur maka insyaAllah hati akan terasa lapang dan terjaga dari penyakit.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

  1. Menghindari berduaan bersama lawan jenis yang bukan mahram

Bukanlah suatu fenomena aneh jika kita menemukan muda-mudi yang duduk berduaan di taman, lalu mereka saling bercumbu mesrah. Ketahuilah bahwa perbuatan tersebut dilarang oleh islam. Tidak ada istilah pacaran dalam agama kita. Islam melarang perempuan berduaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Sebab hal ini bisa mendatangkan fitnah dan dosa. Bahkan tak jarang membuat hati menjadi kotor dengan memikirkan sesuatu yang tak semestinya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.“ (QS Al-Isra : 32).

  1. Menundukkan pandangan

Selanjutnya, cara menjaga hati menurut islam adalah lewat menundukkan pandangan. Menatap lawan jenis non mahram juga bisa menimbulkan munculnya benih-benih cinta. Bahkan terkadang pikiran-pikiran yang buruk. Terlebih lagi jika orang yang kita pandang menunjukkan lekak-lekuk tubuhnya. Maka hal itu sangat berbahaya sebab bisa memicu syahwat.

Allah Ta’ala memerintahkan umatnya untuk menundukkan pandangan untuk menghindari perbuatan dosa. Sebagaimana firmanNya dalam Al-Quran:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur: 30)

  1. Menutup aurat

Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslim, baik perempuan ataupun laki-laki. Bagi perempuan, auratnya adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan laki-laki batas auratnya antara pusar sampai lutut. Dengan menjaga aurat, insyaAllah hati akan terjaga dan perbuatan mungkar bisa terhindari.

Allah Subhanallah Ta’ala:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Al-Ahzab:59)

  1. Menjaga ikhlas dan sabar

Kunci agar hati terjaga dari sifat-sifat tercela, seperti kikir, dendam atau dengki adalah dengan menjaga keikhlasan serta kesabaran.  Segala musibah yang menimpa diri kita semata-mata hanyalah ujian dari Allah Ta’ala. Baik itu masalah jodoh yang tak kian tiba ataupun lainnya. Maka itu, kita harus bisa ikhlas dan bersabar. Ketahuilah bahwa dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan. Allah sudah menjajikan hal tersebut. Dan sikap sabar dapat membawa kita ke jalan lurus serta terhindar dari kemungkaran.

Allah Ta’ala berfirman:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

  1. Berkumpul dengan orang-orang baik

Cara menjaga hati menurut islam berikutnya adalah membiasakan diri berkumpul dengan orang-orang baik. Misalnya saja, sering mengikuti majelis ilmu atau kajian-kajian islam. Dengan begitu, akhlak dan perbuatan kita juga perlahan akan ikut baik. Sebaliknya, apabila kita bergaul dengan orang-orang yang akhlaknya buruk (seperti pemabuk, pembunuh dan sejenisnya) maka bukan tak mungkin kita bakal terpengaruh

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

(Agama) seseorang itu sesuai dengan agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ahmad).

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Berhusnudzon kepada Allah Ta’ala

Hati kita kadangkala menjadi keruh, gelap dan terombang-ambing berkat kurangnya kepercayaan kepada Allah Ta’ala. Disaat hidup terasa sulit, seringkali kita menganggap dunia tidak adil. Kemudian mencari hiburan-hiburan di luar ajaran agama yang malah membuat hati semakin rusak. Ingatlah, Allah itu Maha Baik. Allah Ta’ala mengikuti prasangka hamba-hambaNya. Apabila kita berhusnudzon maka insyaAllah Allah juga akan baik sama kita. Kita harus tetap semangat melakukan kebaikan, semangat menjalani hidup dan percaya bahwa semua pasti berjalan lancar. Dengan begitu, insyaAllah hati akan terjaga dari hal-hal buruk.

Abu Huraira berkata, saya  mendengar  Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda  dari  Allah  Azzawajalla: “Saya  berada  pada  persangkaan  hamba-Ku,  maka  berprasangkalah dengan-Ku sekehendaknya.” ( HR Ahmad).

  1. Senantiasa berdoa kepada Allah Ta’ala

Jangan pernah lelah berdoa. Ketahuilah bahwa kekuatan doa itu sungguh sangat hebat. Di saat sedih, berdoalah kepada Allah Ta’ala. Mintalah pentunjuk dan bantuan hanya kepada-Nya. InsyaAllah hati akan menjadi tenang dan terhindar dari hal-hal buruk.

Allah Subhanallah Ta’ala berfirman:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. al-Baqarah: 186)

  1. Menjalani segala hal atas dasar ibadah

Lakukan segala hal di dunia ini dengan niatan beribadah kepada Allah Ta’ala. Dengan begitu, apabila terjadi sesuatu yang tidak sesuai harapan maka kita tidak akan terlalu kecewa. Jangan hanya menuruti nafsu semata. Sebab terkadang nafsu bisa menyesatkan hati dan pikiran.

  1. Menyibukkan diri dengan aktivitas bermanfaat

Sebisa mungkin hindarilah perbuatan melamun sendirian. Melamun itu tidak baik dan bisa mendatangkan bisikan-bisikan syetan. Membuat hati jadi kotor dan pikiran terombang-ambing. Sebaliknya, kita harus bisa menciptakan hari-hari yang produktif. Menyibukkan diri dengan aktivitas yang bermanfaat. Dengan begitu rasa sedih atau galau bisa terlupakan sejenak.

  1. Silaturahmi

Memperbanyak silaturahmi kepada kerabat dan teman-teman juga bisa melupakan masalah hidup, loh! Jangan menyidiri atau mengurung diri di kamar. Hal itu hanya akan membuat hati semakin sedih. Ujung-ujungnya kita malah melakukan hal-hal yang tidak benar. Maka itu, sebaiknya keluarlah dari rumah. Berkumpullah dengan orang-orang shaleh. Dengan begitu, pikiran juga bisa lebih luas dan terbuka.

  1. Meyakini kehidupan di akhirat

Jangan sibukkan hari hanya dengan perkara duaniwi. Sesekali bacalah buku-buku tentang kematian atau akhirat. Dengan begitu, kita bisa sadar bahwa dunia ini kecil dan tak ada artinya. Kita juga bisa menyadari betapa pedihnya siksa kubur. Sehingga kita bisa lebih berhati-hati, baik dalam menjaga hati ataupun perbuatan.

  1. Berpuasa

Puasa adalah salah satu cara terbaik untuk mengendalikan nafsu dan emosi. Puasa juga bisa mendatangkan pahala. Maka itu, alangkah baiknya jika mau menjalankan puasa sunnah guna menjaga hati agar terhindar dari perkara-perkara yang tidak bermanfaat.

  1. Tidak banyak bicara

Lidah itu ibarat pedang. Jika kita tidak berhati-hati dalam menggunakannya maka bisa melukai diri sendiri. Oleh sebab itu, kita tidak diperbolehkan ngomong sembarangan kepada orang lain. Kita harus bisa menjaga perasaan orang lain. Apabila kita memang sulit untuk berbicara baik, maka diam adalah pilihan yang tepat.

  1. Tersenyum

Hindari bersikap muram dan sedih berlarut-larut. Tidak ada manusia di dunia ini yang hidupnya selalu bahagia. Setiap manusia pasti punya cobaan masing-masing. Maka itu, kita juga harus kuat dan tabah. Cobalah untuk tersenyum. Dengan tersenyum insyaAllah hati juga akan terasa tenang dan jauh dari perasaan sedih serta putus asa.

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan, ولو آية maksudnya adalah walau hanya satu ayat, hendaknya setiap orang yang mendengarnya bersegera menyampaikan ilmu yang dia terima walaupun sedikit, agar semua ilmu yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam terus bersambung.”

  1. Mengendalikan amarah

Saat ingin marah selalu ucapkan istighfar. Sebisa mungkin cobalah menahan amarah. Marah adalah perbuatan tercela yang bisa mengotori hati dan menyakiti orang lain. Oleh sebab itu, kendalikan marah dengan memperbanyak ibadah kepada Allah Ta’ala dan ingatlah akan kematian.

  1. Melihat orang-orang dibawah kita

Salah satu penyakit hati yang sering muncul dalam diri kita adalah sikap iri terhadap kenikmatan orang lain. Nah, untuk mengatasinya sebaiknya hindarilah membandingkan hidup kita dengan orang-orang yang lebih kaya atau lebih rupawan atau lebih berkuasa. Sesekali tengoklah kebawah. Dengan begitu, kita bisa bersyukur kepada Allah Ta’ala. Selain itu, kita juga harus sadar bahwa sehat itu kekayaan yang paling berharga dan wajib disyukuri. Tak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur. Sebab hidup saja sudah termasuk anugrah. Jadi jagalah hati untuk senantiasa bersih dan suci.

Demikianlah beberapa cara menjaga hati menurut islam. Semoga kita dijadikan manusia yang mampu menjaga hati, selalu bersyukur dan beriman kepada Allah Ta’ala. Amin ya Rabbal alamin. dalamislam.com

Hati berkarat , bagimana cara membersihkan hati – Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid

error: Content is protected !!